paypal dan stable coin PYUSD

 Mitra crypto PayPal, Paxos, mengumpulkan $300 juta

Paxos, mitra kripto PayPal, telah mengumpulkan dana sebesar $300 juta dalam putaran pendanaan Seri D, yang menciptakan penilaian perusahaan sebesar $2,4 miliar. Putaran pendanaan ini melibatkan investor seperti PayPal Ventures, Mitra Deklarasi, Modal Mithril, Grup Investasi Senator, Liberty City Ventures, dan WestCap. Paxos juga memiliki rencana untuk membentuk Paxos National Trust Bank setelah mendapatkan persetujuan awal dari United States Office of the Comptroller of the Currency. Perusahaan ini juga sedang mengajukan pendaftaran lembaga kliring dan mengejar lisensi Lembaga Pembayaran Utama di Singapura.

Paxos, didirikan pada tahun 2012, telah menjadi pemain utama dalam industri kripto dengan menyediakan solusi untuk menciptakan, menyimpan, memperdagangkan, dan menyelesaikan aset digital, termasuk stablecoin seperti Paxos Standard dan PAX Gold. Perusahaan ini juga bekerja sama dengan PayPal, memungkinkan pengguna untuk membeli, menjual, dan menyimpan berbagai mata uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Bitcoin Cash, dan Litecoin. Paxos juga membantu Venmo, yang dimiliki oleh PayPal, dalam meluncurkan perdagangan cryptocurrency.

Kesimpulannya, Paxos telah berhasil mengumpulkan dana signifikan dalam putaran pendanaan terbaru, dan perusahaan ini terus berkembang sebagai pemain kunci dalam ekosistem kripto. Kerjasamanya dengan PayPal juga memberikan akses lebih mudah bagi pengguna untuk terlibat dalam transaksi mata uang kripto. Dengan komitmennya terhadap regulasi dan kepatuhan, serta rencana pendirian bank perwalian nasional, Paxos memperkuat posisinya di pasar kripto yang berkembang pesat.


Kepemilikan crypto PayPal meningkat sebesar 56% pada Q1 2023 menjadi hampir $1 miliar

Pada kuartal pertama tahun 2023, PayPal melaporkan peningkatan signifikan dalam kepemilikan cryptocurrency, dengan aset crypto hampir mencapai $1 miliar, meningkat sekitar 56% dari kuartal sebelumnya. Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) merupakan bagian terbesar dari kepemilikan ini, masing-masing bernilai $499 juta dan $362 juta, naik lebih dari 56% sejak kuartal keempat tahun 2022. PayPal menganggap aset kriptonya sebagai "kewajiban pengamanan" dan melihat risiko unik yang terkait dengan mata uang kripto.

Secara keseluruhan, aset crypto mencakup sekitar 77,9% dari total kewajiban keuangan PayPal pada kuartal tersebut. Meskipun PayPal bertindak sebagai kustodian untuk aset crypto pelanggannya, tugas ini terbatas pada perusahaan induk pihak ketiga. Namun, hingga saat ini, tidak ada peristiwa kerugian pengamanan yang terjadi.

Detail aset cryptocurrency PayPal pada kuartal pertama tahun 2023 adalah sebagai berikut:

  • Bitcoin (BTC): $499 juta
  • Ethereum (ETH): $362 juta
  • Bitcoin Cash (BCH): $82 juta
  • Litecoin (LTC): $82 juta

Selain itu, PayPal juga mencatat peningkatan dalam profitabilitasnya. Pendapatan per saham pada basis GAAP meningkat dari $0,43 pada kuartal pertama tahun 2022 menjadi $0,70 pada kuartal pertama tahun 2023. Pada basis non-GAAP, pendapatan per saham PayPal naik dari $0,88 menjadi $1,17 dalam periode yang sama.

Kesimpulannya, PayPal telah mencatat pertumbuhan signifikan dalam kepemilikan aset crypto, terutama Bitcoin dan Ethereum, serta meningkatkan profitabilitasnya. Dengan terus meningkatnya minat dan partisipasi dalam pasar cryptocurrency, langkah-langkah ini menunjukkan keterlibatan yang lebih dalam dari PayPal dalam ekosistem kripto. Bagi para pengguna PayPal yang tertarik dengan cryptocurrency, ini dapat memberikan peluang untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pasar aset digital.


PayPal akan meluncurkan Cryptocurrency Hub untuk pengguna tertentu

Pada tanggal 14 Agustus 2023, PayPal mengumumkan rencana peluncuran Cryptocurrency Hub, sebuah fitur yang memungkinkan pengguna tertentu untuk membeli, menjual, dan berinteraksi dengan cryptocurrency, termasuk Bitcoin (BTC) dan aset crypto lainnya. Fitur ini juga akan memfasilitasi pembayaran pembelian melalui PayPal menggunakan uang yang diperoleh dari penjualan cryptocurrency. Namun, fitur ini tidak tersedia untuk semua pengguna PayPal dan akan diakses melalui persyaratan tertentu.

Layanan ini bertujuan untuk menjadikan PayPal sebagai platform inklusif untuk aset kripto, dan akan menjadi penting dalam mengkonversi antara aset crypto dan stablecoin yang didukung oleh dolar, seperti PayPal USD (PYUSD).

Namun, tidak semua pengguna PayPal akan memiliki akses ke Cryptocurrency Hub. Untuk memenuhi syarat, pengguna harus memiliki akun PayPal pribadi dan Akun Saldo yang memiliki reputasi baik. Selain itu, verifikasi identitas akan diperlukan, termasuk informasi seperti nama, alamat fisik, tanggal lahir, dan nomor pokok wajib pajak. Pengguna dari Hawaii saat ini tidak akan diizinkan untuk menggunakan fitur ini.

Fitur Cryptocurrency Hub akan terhubung langsung ke akun PayPal pengguna dan dapat diakses menggunakan kredensial yang ada. Peluncuran fitur ini menciptakan perdebatan dalam komunitas crypto, karena ada spekulasi tentang bagaimana dampaknya terhadap adopsi cryptocurrency dan juga perhatian terhadap masalah desentralisasi dan kontrol aset pribadi.

Seiring dengan peluncuran fitur ini, PayPal juga baru-baru ini meluncurkan stablecoin PayPal USD (PYUSD), yang telah menimbulkan perdebatan lebih lanjut dalam komunitas crypto. Beberapa anggota komunitas memperingatkan tentang potensi masalah keamanan dan sentralisasi terkait dengan fungsi "freezefunds" dan "wipefrozenfunds" dalam kontrak pintar PYUSD.

Dengan demikian, peluncuran Cryptocurrency Hub oleh PayPal adalah langkah yang menarik dalam arah adopsi lebih lanjut dari cryptocurrency, tetapi juga menghadirkan pertimbangan penting tentang sentralisasi, keamanan, dan kendali aset pribadi dalam lingkungan cryptocurrency yang lebih luas.